Setiap orang pasti menginginkan kebahagiaan, kasih sayang
dan cinta melingkupi dirinya, menemaninya dalam hari-hari yang indah.
Sebaliknya, harapan akan jauh dari kesedihan , luka dan sejenisnya selalu
dilantunkan di dalam doanya. Saya pun juga demikian. :-)
Siapa sih yang tidak ingin bahagia sepanjang waktu?
Sampai detik ini, saya selalu menanamkan di dalam
diri bahwa kebahagian itu harus diperjuangkan. Jangan pernah menunggu takdir
atau berharap keberuntungan untuk selalu dalam kebahagiaan jika tidak mau berjuang
mewujudkan kebahagiaan itu sendiri. Itu yang selalu saya ingat di dalam hati,
pikiran dan jiwa ini.
Teringat saat beberapa teman atau pun saudara yang
mengundang saya ke pernikahannya. Tak lupa saya selalu bilang, “Barakallah … dan selamat berjuang untuk
mencapai kebahagiaan.” Saya tidak bermaksud sok tahu atau sok berpengalaman
dalam hal tersebut, karena memang saya tidak pernah tahu dan pengalaman pun
masih seujung kuku. Namun saya mempelajari dan melihat dari lingkungan sekitar.
Kita semua pun tahu, kebahagiaan itu hanya bisa dicapai dengan usaha keras.
Secara autentik
kebahagiaan memiliki makna yang luas [begitu kata kamus, hehe..]. Demikian juga
dengan kategori kebahagiaan itu sendiri. Ada kebahagiaan untuk diri sendiri, keluarga, dan
orang lain di sekitar kita. Bersama dalam kebahagiaan, selalu includ di dalamnya ada kasih sayang dan
cinta. Ehemmm … :-)
Cinta
itu berjuta rasanya,
Tak
bisa diucapkan dengan kata-kata,
Kekuatannya
ajaib,
Mampu
menjadikan pemilik cinta perkasa,
pun
sebaliknya,
Bisa
berubah menjadi seperti apa pun yang dia rasa,
Subhanallah
…
Saya sedang bersemangat dengan tulisan bertema
CINTA, ehemmm … sedang kangen dengan someone
special soalnya, kangeeen berat deh, hehhe.. jadi curhat. Kangen suami
tercinta yang sedang jihad di amanah pekerjaan luar kota. Bismillah, semoga selalu dijaga olehNya, sehat dan selamat. Aamiin.
Kembali ke soal cinta. Kadang banyak di antara kita
yang senantiasa merindukan kehangatan cinta dan kasih sayang. Pastilah euy … Entah
dari pasangan, anak, orang tua, keluarga, dan teman. Seringkali kita merasa
kecewa jika kita merasa tiba-tiba cinta dan kasih sayang yang kita harapkan
tidak sesuai harapan, atau tak kunjung datang (buat yang lagi menunggu belahan
jiwa :-) ).
Ternyata sikap pengharapan akan cinta dan kasih sayang
itu kurang tepat jika kita menuntut kedatangannya. Namun kita harus
memperjuangkannya. Bagaimana caranya?
Senin, 14 Januari 2013.
Hari ini saya mendengarkan sebuah acara di radio
yang salah satunya membahas kasih sayang ini. Ada sebuah pertanyaan dari
seseorang kepada nara sumber,
“Ustadz,
bagaimana caranya kita bisa memiliki kasih sayang yang bisa kita berikan kepada
orang lain dan memberikan kemanfaatan kepada orang lain?”
Kemudian ustadz
menjawab,
“Saya mulai dari kebahagiaan
dan cinta ya. Mari kita lihat di Al Qur’an Surat 19:96 yang artinya : “Sungguh, orang-orang yang beriman dan
mengerjakan kebajikan, kelak (Allah) Yang Maha Pengasih akan menanamkan rasa
kasih sayang di dalam hati mereka.” Al Ayat
Subhanallah,
barangsiapa yang merindukan dan menginginkan kasih sayang datang kepada
dirinya, menemani hari-harinya, cukup hanya dengan mempertebal iman dan
mengerjakan apa-apa yang dicintai dan disukai oleh Allah [yang diperintahkan
olehNya]. Entah itu perbaikan ibadah Fardhu, ibadah Sunnah : Dzikir, puasa,
sholat lail, dll. Allah akan memberikan rasa kasih sayang yang berlimpah di
dalam hati kita, untuk kemudian kita tidak perlu menuntut cinta dari siapa pun,
semua akan datang dengan sendirinya. InsyaAllah diri kita pun akan bisa dan
mampu memberikan kemanfaatan kepada orang lain dan masyarakat karena kasih sayang
yang dianugerahkan oleh Allah kepada kita.”
Subahanallah
…
begitu kurang lebih yang dituturkan oleh Ustadz
di radio pagi tadi. Semoga tidak ada yang salah review saya :-)
Hemmm, insyaAllah semakin paham kan?
Buat saya sendiri tentunya :-).
Tidak perlu pusing menuntut cinta dan kasih sayang dari orang lain, cukup Allah
yang akan mengatur dan memberikan kasih sayang yang berlimpah kepada kita.
Cukup Allah saja, InsyaAllah ketenangan hati pun akan didapatkan dan kegalauan
akan lari meninggalkan kita, semoga sampai terbirit-birit menjauhi kita ya,, so, bye..bye.. GALAU deh, hehe …
Adalagi poin penting yang disampaikan ustadz tadi pagi. Supaya kita menjadi
orang yang kuat dan selalu bersemangat berjuang dalam keadaan apa pun. Untuk
keluar dari masalah apa pun, kita harus selalu berpikir POSITIF, selalu
OPTIMIS, selalu YAKIN bahwa Allah akan menolong kita dan kita bisa
menyelesaikan setiap masalah yang ada dengan baik. Jangan gelisah apalagi sedih
sehingga melemahkan keyakinan kita untuk mampu berjuang.
Kata Beliau, kita harus benar-benar bisa menjauhi hammi wal hazan. Hayo apa hayo.. ayo
buka Al Ma’tsurah :-)
#ngintip dulu ah …
Hammi
:
Gelisah
Hazan
:
Sedih
Sudah dicek? Benar kan artinya? :-)
terimakasih …
Rasa gelisah akan melemahkan kita untuk
bertindak positif. Sehingga muncullah kesedihan-kesedihan yang akan membuat
kita lemah dan bahkan bisa meratapi nasib. Astaghfirullah,
Semoga kita jauh-jauh dari hammi dan Hazan ya … menakutkan! Kata ustadz, kalau kita bisa menaklukkannya,
kita akan bisa SUKSES keluar dari setiap masalah yang ada, kembali dengan kunci
surah 19:96. Subhanallah, Al Qur’an
yang luar biasa.
Hemm.., kayaknya cukup dulu ya saya merivew salah satu apa yang saya dapat
hari ini. Ayo siapa yang punya cerita juga, apa pun boleh deh … biar ukhuwah dan semangat kita semakin dekat,
ehemm … dalam dakwah dan perjuangan insyaAllah ya. Semoga Allah selalu menjaga
kita. Afwan kabiir, mohon maaf untuk
segala khilaf, sekali lagi, saya tidak bermaksud menggurui atau apa, Cuma ingin
berbagi lho... Semoga bermanfaat ya.
Selamat berjuang menjemput kebahagiaan … ^^
Ini ada oleh-oleh ya, ada nasyid keren nih,
Sigma - H2N (Hadapi Hayati Nikmati) (mp3)
Lirik
Nasyid:
Oh
kawan, apa yang kau fikirkan
wajah muram mu tampak gelisah
ku tau pasti duka hati mu kini
cerita mari berbagi
oh
kawan, tarik simpul senyuman
tatap masa hadapan gemilang
syukuri segala nikmat yang Tuhan beri
bersama merajut mimpi
Memang
kita tiada sempurna
ada-ada saja yang melemahkannya
yakin kita tidakkan terganggu
apapun keadaannya itu
senyum
diatas kesukaran
berbagi diatas kelapangan
wujud kita bisa ilhami
tiga kata kunci
Hadapi Hayati Nikmati