Masih
teringat beberapa waktu yang lalu, saat usia buah hatiku masih dua
bulan, aku bertekad mengajaknya mengikuti sebuah kelas belajar untuk
ibu-ibu. Di antaranya ada yang sudah menikah dan juga ada yang belum.
Ada sebuah peraturan lembaga yang tidak memperbolehkan siswa-nya membawa
anak ke dalam kelas. Tapi karena kupikir itu kelas yang durasinya tidak
terlalu lama dan anakku waktu itu masih belum aktif ke mana-mana, aku
minta ijin membawanya ke dalam kelas. Setelah lobi-lobi akhirnya
diperbolehkan. Sungguh senang rasanya.
Namun ketika waktu
berjalan, sebulan, dua bulan ada beberapa peserta yang merasa terganggu
dengan keberadaan anakku yang memang kadang menangis atau 'ngoceh'
sendiri. Hingga suatu ketika dengan sindiran yang halus hingga membuatku
menangis, aku pun memutuskan tidak ikut belajar lagi. Sungguh 'nyesek'
rasanya. Beberapa kali dihubungi pengajarnya supaya aku masuk lagi, kata
beliau ibu-ibu yang lain sudah tidak keberatan kalau aku membawa bayi.
Namun karena aku terlampau sedih, akhirnya aku masih berat untuk masuk
lagi.
Sungguh harapanku untuk belajar masih sangat
menggebu-gebu. Aku akan membawa buah hatiku ke mana pun aku pergi.
Hingga pada akhirnya, Allah mempertemukan aku dengan beberapa komunitas
ibu-ibu sebagai tempat belajar berbagai macam ilmu. Ada komunitas
keterampilan, komunitas pengajian, hingga komunitas memasak dan menulis.
Salah satu di antaranya adalah IIDN-Interaktif (Ibu-ibu doyan Nulis) yang dibina oleh bu Indari Mastuti.
Aku yakin pertemuan ini bukanlah pertemuan biasa. Aku dipertemukan
dengan orang-orang luarbiasa dengan berbagai macam bakat yang ibu-ibu
miliki di sana yang juga tak 'pelit' ilmu. 'Nyemplung' di sana bagaikan
menemukan sebuah mutiara pelecut semangat perjuangan. Apalagi untuk ibu
muda sepertiku, bersama mereka, aku mendapatkan banyak sekali ilmu
kehidupan, pelajaran-pelajaran kehidupan yang terangkai indah dalam
sejarah, terabadikan dalam tulisan juga dalam pelukan kebersamaan yang
indah.
Seperti pertemuanku dengan ibu-ibu IIDNJawa Timur di Jawa
Pos yang berada di Graha Pena Surabaya, bertemu ibu-ibu menambah
semangatku untuk maju, melecutku untuk mengasah diri menjadi wanita
dengan impian dan karya. IIDN Jawa Timur merupakan bagian IIDN pusat yang berada di wilayah Jawa Timur dan diketuai oleh mbak Nunu El Fasa, seorang penulis yang sudah menerbitkan beberapa buku.
Sekarang ini, aku memiliki begitu banyak impianmelalui dunia kepenulisan yang telah memikatku. Meski masih sebatas impian, namun justru
'impian' itu lah yang memaksaku untuk segera bangkit ketika aku lemah,
berdiri dengan tegak ketika aku jatuh sekalipun. Dan masih banyak
mimpi-mimpi lain yang aku miliki. Semoga Allah mengijinkan dan meridhoi
diri ini untuk berjuang meraihnya. Aamiin. Puji syukur untukNya, bismillah. Terimakasih teman-teman
iya mbak Diah, benar sekali. Sangat nyaman berada di IIDN ini, saya sangat bersyukur bertemu dengannya. Iya mbak, selalu saling menyemangati insyaAllah ... ^^
sungguh bersyukur saya bisa mendapatkan manfa'at dr join dgn grup IIDN ini.. yang semakin hari semakin melecut semangat saya untuk berkarya dgn menulis..menulis..menulis lagi.. semangat juga yukk, mbak Tri
8 comments:
menyenangkan ya mbak ketika kita menemukan komunitas yang "mengerti" kebutuhan kita. sama-sama semangat menulis ya mbak :)
iya mbak Diah, benar sekali. Sangat nyaman berada di IIDN ini, saya sangat bersyukur bertemu dengannya. Iya mbak, selalu saling menyemangati insyaAllah ... ^^
saya juga sangat beruntung bisa temukan grup ini. seperti saya temukan kembali mimpi saya yng terserak. ok tetap semangat ya mbak!
iya mbak, saya juga. bismillah, semoga mimpi2 itu segera terwujud ^^
Senangnya, bisa jalan bareng teman-teman...
hehe, iya Mbak. Senang sekali bisa silaturahmi dengan teman-teman yang luarbiasa
sungguh bersyukur saya bisa mendapatkan manfa'at dr join dgn grup IIDN ini.. yang semakin hari semakin melecut semangat saya untuk berkarya dgn menulis..menulis..menulis lagi.. semangat juga yukk, mbak Tri
Terimakasih banyak Mbak Aprilia untuk semangatnya. Salam semangat :-)
Post a Comment