Sunday, January 17, 2010

Mencintai Karena Allah



Alhamdulillah, segala puji bagiMu Ya Allah, atas segala nikmat yang Engkau berikan kepada hamba.
Malam ini, baru saja bercengkrama dengan temen2 seperjuangan pembelajar mahasiswi2 ITS di K 3/52, telingaku tergelitik dengan sedikit canda tawa teman2ku...
aku keluar kamar, kutengok di ruang cinta keluarga ini, di depan kotak ajaib yang lagi off. Tapi di depannya, banyak mata yang sedang istiqomah, memperhatikan layar datar bergambar, bersuara, cinta, "ealah... pada lagi nonton KCB 2 euy...," teriakku. akhirnya, nimbrung juga aku, meski sudah pernah melihatnya di layar lebar, gak ada bosannya juga melihat lagi.

Beberapa dialog pencarian cinta yang sungguh berliku. terbesit dalam pikiranku, "Azzam & anna ini aliran apa ya? dan proses2 yang lain. prosesnya unik, mulai dr ta'aruf, bla...bla...bla..."
kok tiba2 baru kepikiran pertanyaan ini ya, hemmm...

aku memutar otak, "kelompok X, bukan, Y bukan, Z, bukan, ya.. ups, kok jadi mikir macem2 gitu, tp mending lah, masyarakat jd sedikit tergambar proses yg lebih baik dr pada umumnya. Ada ta'aruf, ada khitbah, istilah arab yang mulai ngetrend semenjak KCB muncul, [mungkin, this is just my opinion]"
Dialog yang sungguh membuatku takjub, ketika si istri, ana, mengadili furqon karena sikapnya, yang tiiiiiiit, sebagai seorang suami, "cintamu menyakiti aku fur..........kau mengerti syariat, tau aturan agama......."
astaghfirullah, sekali lagi di dialog ini nafasku terhenti, teringat hatiku yang fluktuatif ini, jika tidak lurus pada aturanNya, meski aku sadar atau tidak. Astaghfirullah... ampunilah dosa2 hamba Ya Allah.

KCB selesai, terdengar bunyi, "cieh...cieh...masyaAllah, dan berdoa sendiri2 untuk harapannya, bertemu jodoh sebaik dan sesantun azzam, [heee...akhwat2 di K3/52 yang pada ngarep...]"

Bioskop kecil selesai, kembali ke kamar masing2. Kunyalakan kotak ajaibku, tiba2 teringat perbincanganku dengan seorang ukhti tempo hari...
Dia bertanya padaku, "ukhti, bagaimana ya, cara melihat orang itu mencintai kita dan menyayangi kita karena Allah."

hemmm, pertanyaan yang berat. "hemmm, pokonya, Allah lah priority ukhti. Sabar ya, nanti ana carikan sumber gimana penjelasan pertanyaan anti."
kujawab singkat karena itu pertanyaan yang berat, aku merasa tak pantas menjawab pertanyaan itu. Meski aku tahu teorinya, aku berat mengeluarkan itu dari mulutku. Karena aku takut salah menyampaikan, dan teringat aku yang masih seperti ini, yang fluktuatif, dan benakku berfikir, mencintai karena Allah, itu sangat tipis perbedaanya ketika cinta itu datang, bahkan sulit terdeteksi ketika lawan jenis datang, banyak pertimbangan yang bisa saja itu keinginan hati dunia semata. Itu pelajaran dari sekitarku, dan orang2 yang sudah menjalani perjalanan cintanya. Yang memang sulit menjelaskan dan mengaplikasikannya. hemmm,,, iya gak sie...
lihat saja, yang lagi pada cari jodoh, pasti punya kriteria seabrek, nah, di situ seharusnya dipertanyakan... apakah kriteriaku ini pas dengan kriteriaNya...???
kembali kepada niatan bagaimana mencari calon... agama, baru yang laen2nya... tapi juga gak boleh lebay...
:-)

Setelah beberapa menit di depan kotak ajaibku, teringat tulisan seorang ukhti, 
"Cara mencintai lawan jenis yang benar yaitu mencintai dengan timbangan fithrah dan bashirah
Mencintai dengan kesucian dan mata hati
Fithrah dan bashirah yang jadi timbangannya yaitu
Jika kau mencintai wanita bukan karena tertipu oleh
kecantikan paras wajahnya dan keelokan bentuk tubuhnya

Bukan karena tersihir oleh matanya yang berkilat-kilat indah
Seperti bintang kejora
Bukan pula terpikat karena bibirnya yang ranum segar seperti mawar merekah
Juga bukan karena keindahan suaranya yang susah dilupakan
Bukan karena hartanya yang melimpah meruah
Bukan karena kehormatannya yang kau akan jadi ikut terhormat karena menikahinya
Jika bukan karena itu semua kau mencintainya

Tapi kau mencintai dengan memakai timbangan fithrahmu dan mata batinmu
Kau mencintai dia karena merasakan kesucian jiwa dan agamanya
Dan mata batinmu condong karena kecantikan akhlak dan wataknya
Hatimu terpikat karena harumnya kalimat-kalimat yang keluardari lidahnya
Saat itulah kau mencintai lawan jenis dengan benar." (aniks-hayat)

hemmm.... this is... sedikit gambaran cinta karenaNya



Rabb, ampunilah dosa & khilafku yang telah lalu
Rabb, meski diri ini tak layak meminta, ijinkan diri ini berdoa
Rabb, jagalah hati ini untuknya setelahMu
Rabb, jagalah hatinya untukku setelahMu
Rabb, jagalah dia sampai kami bertemu dengan ijin & ridhoMu
Rabb, jagalah diri ini sampai kami bertemu dengan ijin & ridhoMu
Rabb, jika Engkau mempertemukan kami, berilah proses yang baik kepada kami
Rabb, Engkau Sang Maha Kuasa atas segala sesuatu...


kuucapkan trimakasih untuk seorang ukhti dalam baitan doanya malam ini yang sudah menjadi seorang ummi,
"adekku sayang....
ingin rasanya menerima undangan dari anti dg lelaki yg shalih..
ingin mendengar shalawat yg kumandangkan saat walimah,
smg Allah memudahkan anti untuk melangkah menuju pernikahan..."

"Amiin 3x. gemetar hatiku membacanya ukhti... Allahul HAQ for everything... now, i just want learn & learn, moving to be better everytime for My Rabb, everyone, & everything. Bismillah... semoga bisa istiqomah. Amiin"

other learn :
[ijin naruh alamat nggih...]
http://www.uhibbukumfillah.co.cc/2009/11/cinta-bukanlah-disalurkan-lewat-pacaran.html

2 comments:

program said...

hanya mau komentar tentang sang anna yang berkata agak kasar kepada suaminya.

"tidaklah pantas seorang istri berkata separti kepada suaminya, mungkin itu yang harus diperbaiki dalam KCB2 tersebut. berkata kepada suami kan bisa dengan bahasa dan perasaan yang lembut tidak dengan, membentak seperti itu"

thanks

Hanya Allah lah yang maha benar dan maha mengetahui

hida said...

trimakasih komentarnya,
ya, memang seharusnya sikap lemah lembut harus ditunjukkan oleh pasangan suami istri, karena ikrar menikah adalah sebuah ikatan suci saling mengerti, mencintai, menyaynagi,dan memahami,

kasus di KCB 2 itu maybe just gambaran seorang wanita yang lagi kalut, untungnya, sang suami bisa tetap dengan tenang menghadapinya.
itu lah saling melengkapi.

manusia tidak pernah luput dari dosa & salah.
wallahua'lam